Sedekah yang Ikhlas dan Sembunyi-sembunyi




Dalam Shohihain di sebutkan Hadits Rosulullah j bersabda :

((سبعةٌ يُظِلُّهم الله في ظله يوم لا ظل إلا ظله...، وذكر منهم: ((ورجل تصدَّق بصدقة فأخفاها حتى لا تعلم شمالُه ما تُنفِق يمينُه
"Tujuh golongan yang naungi Allah dimana tidak ada naungan kecuali naungan Allah....disebutkan diantaranya ((seorang bersedekah dengan sedekah yang di sembunyikannya hingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang di berikan tangan kanannya)).

telah tsabit dari ath-Thobraniy dan at-Tirmidziy yg di shohihkan syaikh al-Baniy dalam (Shohih al-Jami') dari Nabi j :
صدقةُ السر تُطفِئ غضب الرب

"Shodaqoh sembunyi-sembunyi memadamkan kemurkaan ar-Robb"

Diantara para salaf yang sering bersedekah secara sembunyi sembunyi adalah Zainal 'Abidin Ali bin al-Husain, beliau membawa sekantong roti di atas punggungnya di malam hari kemudian bersedekah dengannya kemudian berkata (صدقةُ السر تُطفِئ غضب الرب ).
berkata Amru bin Tsabits : ketika  Ali bin al-Husain meninggal waktu dimandikan orang-orang melihat ada bekas hitam di bahunya, kemudian mereka berkata : "apa ini?", kemudian sebagian mereka menjawab : (beliau membawa sekarung tepung di malam hari dengan punggungnya kemudian membagikannya kepada orang-orang miskin Madinah).

berkata Muhammad bin Ishaq : orang-orang di Madinah waktu itu masih ada bahan pokok untuk hidup dan mereka tidak tahu siapa yang membagi-bagikannya, ketika Ali bin Husain meninggal terputuslah apa yg di berikan kepada mereka di waktu malam hari..

Berkata Syaibah bin Niaamah : adalah Ali bin Husain orang yg bakhil, ketika Ali bin al-Husain meninggal baru dia mengetahui bahwasanya dia (Ali bin Husain) memberi makan seratus kepala keluarga di Madinah.[1] 

Ibnu 'Aisyah berkata : berkata Ayahku : "Aku mendengar ahli Madinah berkata : tidaklah terhenti kepada kami sedekah sirr (sembunyi-sembunyi) ketika Ali bin al-Husain meninggal.[2]

wahai para pemberi sedekah hendaklah ketika anda bersedekah atau memberi makan orang-orang fakir janganlah sebagaimana para politikus memberi, ketika mereka mengharap contrengan anda di musim pilkada atau pilpres, mereka akan habis-habis memberi akan tetapi ketika mereka kalah mereka akan menyebut-nyebut pemberian mereka, dan hendaklah mengharap wajah Allah E sebagaimana firman-Nya :

إنَّمَا نُطْعِمُكُمْ لِوَجْهِ اللَّهِ لَا نُرِيدُ مِنكُمْ جَزَاءً وَلَا شُكُورًا 
"Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanyalah untuk mengharapkan keridhaan Allah, kami tidak menghendaki balasan dari kamu dan tidak pula (ucapan) terima kasih".(QS. Al-Insan : 9)

dan hendaklah senantiasa menjaga niat saat memberi maupun menyalurkan sebagaimana ucapan para Salaf, yang terberat bagi mereka adalah menjaganya sebagaimana ucapan Yusuf bin al-Husain r:[3]
"أعزشيء في الدنيا الإخلاص، وكم أجتهدُ في إسقاط الرياء عن قلبي، فكأنه ينبت على لون آخر"
“perkara yang paling tinggi di dunia adalah Ikhlash, berapa banyak kesungguhan amal terjatuh disebabkan riya dalam hati, bagaikan menumbuhkan warna lain”

Begitu juga dengan ucapan Sufyan at-Tsauriy r  :

 "ما عالجت شيئًا أشد عليّ من نيتي؛ لأنها تتقلب عليّ"
“tidaklah aku senantiasa mengobati sesuatu yg aku bersungguh-sungguh dengannya kecuali niat, karna dia akan berubah-rubah padaku”


Berkata Yusuf bin Asbaath r:
"تخليص النية من فسادها أشد على العاملين من طول الاجتهاد
Mengiklaskan niat dari yang merusaknya lebih susah daripada orang-orang yang bersungguh sunguh beramal dalam waktu yang lama.

Begitu juga dengan ucapan Ibnu Hazm beliau berkata r:
 "اكتم حسناتك كما تكتم سيئاتك"
“Sembunyikan kebaikkanmu sebagaimana engkau menyembunyikan keburukkanmu”

Semoga rangkuman yg sedikit ini bisa menginspirasi kita dalam kebaikkan, dan senantiasa mengiklaskan niat dari awal beramal sampai akhir beramal..
-------------------------------------------------------------------------------------------
Akhukum Fillah..
Hanif abu Muhammad
9 Romadhon 1441H




Share on Google Plus

About abu muhammad

Kami adalah kaum yang dimuliakan Allah dengan Islam, maka jika kami mencari kemuliaan dengan selainnya, maka Allah akan menghinakan kami [Umar bn Khattab].
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar :

Posting Komentar

Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir, maka berbicaralah yang baik atau diamlah” (HR Bukhari, Muslim)