Tersebarnya Ilmu Melalui Tulisan


      Dari Thoriq dia berkata : kami dulunya duduk bersama Abdillah, kemudian datang mu'azinnya dan mengumandangkan qomat, kemudian kami berdiri bersama beliau, dan kami masuk kedalam mesjid dan melihat manusia rukuk di depan mesjid, kemudian bertakbir dan ruku', kemudian kami berjalan dan melakukan sebagaimana yg beliau lakukan, kemudian lewat seorang laki-laki tergesa-gesa dan berkata : "alaikum salam wahai Aba Abdirrahman", kemudian beliau menjawab : "shodoqollah" , telah sampai utusannya, dan ketika kami sedang sholat dia kembali, kemudian beliau mendatangi keluarganya, dan kami duduk-duduk di tempat kami duduk sambil menunggu beliau keluar dari rumahnya, maka sebagian kami berbicara kepada sebagian lain : "siapa diantara kalian yg akan bertanya kepada (beliau)" berkata Thooriq : "aku akan betanya kepadanya", kemudian bertanya : Ibnu Mas'ud berkata : dari Nabi صلي الله عليه و سلم beliau bersabda : "tidak akan terjadi kiamat hingga salam di ucapkan kepada orang-orang tertentu, banyaknya perdagangan sampai seorang istri membantu suaminya dalam berdagang, terputusnya silaturrahim, banyaknya tulisan, munculnya persaksian palsu dan tersembunyinya persaksian benar".
dan lafazh Ahmad dalam al-Musnad
diantara tanda kiamat : "salam di ucapkan kepada orang-orang tertentu, banyaknya perdagangan sampai seorang istri membantu suaminya dalam berdagang,terputusnya silaturrahim, munculnya persaksian palsu dan disembunyikannya persaksian benar dan munculnya pena(banyaknya tulisan)1.

makna secara umum :

ketika Ibnu Mas'ud berdiri dan yg bersamanya ketika masuk ke masjid untuk menegakkan sholat, lewat kepada mereka laki-laki, alih-alih memberi salam kepada semua orang, hanya khusus kepada Ibnu Mas'ud رضي الله عنه tanpa mengucapkan salam kepada yang lainnya, kemudian dia berkata: " alaykum salam wahai aba Abdirrahman". kemudian Ibnu Mas'ud ingat kembali suatu hadits yg pernah beliau dengar dari Rosulullah صلي الله عليه و سلم yg di dalamnya terdapat tanda-tanda hari kiamat yg salam hanya di ucapkan kepada orang-orang tertentu.

asalnya tentang tanda-tanda kiamat padanya perubahan dan gangguan tatanan yang terdapat di masyarakat, hal tersebut adalah tanda-tanda kiamat kecil, dan apa yang terjadi di alam semesta adalah tanda kiamat kubra.
pada apa yang terdapat pada hadist tersebut adalah bagian tanda-tanda kiamat  sesungguhnya adalah bagian tanda-tanda kenabian, yg mensifati keadaan gangguan dan perubahan di sistem tatanan di masyarakat, dan di sebutkan dalam hadits ini adalah perkara berikut :

⭐Salam di ucapkan hanya kepada orang tertentu
⭐Berkembangnya harta benda
⭐Banyaknya perdagangan hingga seorang istri ikut membantu suaminya dalam berdagang
⭐Terputusnya silaturrahim
⭐Banyak beredarnya tulisan
⭐Munculnya persaksian palsu
⭐Tersembunyinya persaksian kebenaran

apa makna dari banyaknya tulisan??

telah bersabda Rosulullah صلي الله عليه و سلم :"banyaknya pena", dalam riwayat lain :"munculnnya pena" maknanya banyaknya terdapat pada manusia ilmu yg di tulis dan ini adalah tanda-tanda kiamat yang telah muncul di jauh di zaman sebelumnya..
berkata abu Umar Ibnu Abdilbarr رحمه الله :"adapun perkataannya tentang hadits  ini : "banyaknya pena". " sesungguhnya dia menginginkan tulisan tersebut tersebar dan diperbanyak".  telah di riwayatkan dari Mubarak bin Fudholah dari al-Hasan beliau berkata : Rasulullah صلي الله عليه و سلم :"tidak akan datang hari kiamat sampai di angkatnya ilmu dan berlimpahnya harta dan munculnya pena dan banyaknya perdagangan".
berkata al-Hasan : "sesungguhnya telah datang kepada kami zaman dan apa yg disebut : pedagang bani fulan, penulis bani fulan apa yg terdapat di sekelilingnya kecuali seorang pedagang dan seorang penulis"
berkata al-Hasan : "demi Allah jika lelaki tersebut tidak datang ke lingkungan yg besar itu tidak dia menemukan penulis"*2.
dari Amri bin Taghlib beliau berkata : telah bersabda Rasulullah صلي الله عليه و سلم : "Sesungguhnya diantara tanda-tanda kiamat adalah berkembangnya harta benda dan banyak, serta berkembangnya perdagangan dan munculnya ilmu( Amru berkata :jika) seorang laki-laki berjual beli kemudian berkata, tidak sampai aku bertransaksi dengan seorang pedagang bani fulan dan dicarinya di tempat yang luas seorang penulis akan tetapi tidak ditemukan*3.
jika di katakan : kerusakan apa yg terdapat dengan tersebarnya tulisan dan tersebarnya pengetahuan diantara manusia??
Maka Jawabnya :
Ilmu yang ditulis, memudahkan manusia merujuk kepada kitab dan membacanya, dan ketika manusia merujuk kepada kitab, tidak kembali-kecuali yg dirahmati Allah-merujuk kepada ulama, dan ulamapun ditinggalkan. akan tetapi orang tersebut ta'ajub dengan pemahamannya sendiri, dan dia melihat apa yang telah di bacanya dan yang sampai kepadanya dengan membacanya dari kitab/buku, lebih tinggi dari pada apa yang didapat seorang alim/ulama, dan lebih tinggi dari ucapan selainnya, dan dia menyamakan dirinya dengan ahli ilmu, dia melihat mereka dengan apa yang di ucapkannya tanpa mengarah kepada kebenaran, akan tetapi, menghubungkan perkara tersebut kepada tuduhan terhadap ulama dengan menyembunyikan dan mematikan ilmu, atas dasar yang dia baca dari kitab, yang tidak disebutkan oleh ulama.
berkata Ma'mar dari Ali bin Baziymah dari Yazid ibnul Ashom dari Ibnu Abbas, beliau berkata :"datang kepada Umar seorang laki-laki dan menjadikan Umar bertanya kepadanya tentang manusia.

maka dia berkata : wahai amirul mu'minin, telah dibacakan dari mereka al-Qur'an begini dan begitu.
maka Ibnu Abbas berkata : maka aku berkata : demi Allah, tidaklah lebih aku cintai bahwasanya mereka begitu cepat saling berlomba hari ini terhadap al-Qur'an secepat ini.
berkata Ibnu Abbas : "kemudian Umar melemparku, kemudian berkata : mah(cukup)
berkata Ibnu Abbas : "maka aku pergi ke keluargaku dengan perasaan sedih, dan aku katakan : "sesungguhnya aku keluar dari rumah laki-laki tersebut dan aku tidak melihat kecuali telah menjatuhkanku darinya, dia berkata : aku kembali ke rumahku, maka aku berbaring diatas dipanku sampai datang kepadaku keluargaku dan apa yang kualami dari demam, dan tidaklah dia  datang kecuali bersamanya Umar,
dan berkata : ketika aku dalam keadaan demikian datang kepadaku laki-laki tadi kemudian berkata : "menakjubkan Amirul Mu'minin".
berkata :aku keluar, ketika dia(Umar) berdiri menungguku dan berkata : mengambil tanganku kemudian melepaskan dan berkata : tidak sesuatu yang engkau benci dari apa yang dikatakan laki-laki itu barusan??
aku berkata  ; wahai amirul Mu'minin, sesungguhnya aku benci hal yang demikian, dan aku akan meminta ampun kepada Allah dan bertobat kepada-Nya, dan menetap dimanapun yang engkau sukai.
beliau menjawab : "jangan berkata kepadaku dengan yang engkau benci dari ucapan laki-laki tersebut".
aku katakan (ibnu Abbas) : "wahai Amirul Mukminin, tidaklah mereka saling tergesa-gesa (dalam belajar al-Qur'an) dengan saling berlombanya ini menjadikan mereka zholim, ketika mereka zholim maka mereka akan saling berdebat, dan ketika mereka berdebat maka akan berselisih, dan ketika berselisih maka akan saling bertikai.
kemudian Umar berkata : لِلَّهِ أَبُوكَ, sesungguhnya aku akan menutupnya dari manusia sampai engkau kembali dengannya.
aku berkata : perkataannya :"tidaklah mereka saling berlomba dengan perlombaan ini(dalam mempelajari al-Qur'an) menjadikan mereka zholim, ketika mereka zholim maka mereka akan saling berdebat, dan ketika mereka berdebat maka akan berselisih, dan ketika berselisih maka akan saling bertikai". begitulah susunan tersebut, dan kesanalah arah pembicaraanya, sesungguhnya maknanya, jika mereka tergesa gesa dalam mempelajari al-Qur'an mereka terjatuh pada ketidak adilan dan dia zholim, jika seseorang melihat dirinya ketika mempelajari al-Qur'an lebih mengetahui dari selainnya, jika demikian outputnya maka dia akan berdebat dengan selainnya, dan jika telah memasuki dunia perdebatan maka dia akan berselisih dan melenceng(dari kebenaran), dan terjatuh kepada saling bertikai.
dan susunan kalimat ini saling menguatkan yg lain : dalam masail Imam Ahmad riwayat anaknya abi Fadl Sholih :

"يا أَمِير الْمُؤمنِينَ مَتى مَا يتسارعوا هَذِه المسارعة يحتقوا وَمَتى مَا يحتقوا يختصموا وَمَتى مَا يختصموا يَخْتَلِفُوا وَمَتى مَا يَخْتَلِفُوا يقتتلوا


 "wahai amirul mukminin ketika mereka saling berlomba dengan perlombaan ini maka mereka akan merasa lebih baik dari yg lainnya, dan ketika mereka meremehkan yang lainnya mereka akan saling berdebat, dan ketika mereka saling berdebat mereka akan berselisih, ketika mereka berselisih maka mereka akan saling bertikai.

makna (يحتقوا) mereka merasa dirinya berhak di ikuti atau di ambil ucapannya, akan tetapi kadang, dia melihat bahwasanya kebenaran bersamanya dan hanya padanya, jika berselisih outputnya seperti ini maka akan lahirlah permusuhan, kemudian berselisih, dan ketika sudah berselisih jatuh kepada pertikaian.
dan telah datang apa yg menafsirkannya,  dan telah datang juga dalam kitab tafsir dari sunan Sa'id bin Mansur, beliau berkata : telah menceritakan kepada kami Husyaim, dia berkata : telah menceritakan kepada kami : al-'Awwam bin Hawsyab dia berkata : telah menceritakan kepada kami Ibrohim at-Taimiy dia berkata : Umar bin al-Khotthob suatu hari di berucap kepada dirinya kemudian disampaikan kepada Ibnu Abbas, kemudian berkata :"bagaimana berselisihnya umat ini sedangkan Nabinya satu, begitu juga kiblatnya, kemudian Ibnu Abbas berkata : wahai Amirul Mu'minin, sesungguhnya al-Qur'an diturunkan kepada kita kemudian kita membacanya dan kita mengetahui bagaimana diturunkannya, dan akan datang sesudah kita suatu kaum mereka membaca al-Qur'an dan mereka tidak mengetahui sebab apa diturunkan maka setiap kaum memasukkan padanya pendapatnya, dan jika setiap kaum memiliki pendapat maka berselisihlah mereka , dan jika telah berselisih maka betikailah/saling berperang mereka. 

-------------------------------------------------------
-------------------------------------------------------
1.di Keluarkan Ahmad dalam Musnad (415/6 no.3870) dan al-Bukhoriy dalam Adab al-Mufrad hal.474 dalam Bab : "di bencinya salam hanya kepada orang tertentu" no.1049. dan al-Hadits tersebut di shohihkan al-Baniy dalam Shohih Adab al-Mufrad dan dalam Silsilah al-Hadits ash-Shohihah no.2767 dan di Hasankan oleh pentahqiq al-Musnad

dialih bahasakan Hanif abu Muhammad
Robbi'ul Awwal 1440/November 2018
di edit kembali 5 Dzulhijjah 1440/6 Agustus 2019

Sumber : https://www.facebook.com/mohammadbazmool/posts/1419766751475140?__xts__[0]=68.ARAiJpdCgIkBDQfueOzbRFC59oNuYfX2jD1PPQKGgqwx9OVgnNQG-r1Gc1yPULDhnWTMnaZqAF12vPhPVkFCLsBTqI5jlcdt_8-ckj37iMZISF7PfQdO5VE6bLOLwJOXcuxv9HPp3WWqLprqHF0Xbi3uuYGKYTYxEDOh0OCtGAZUWb8fffZv3MmhuwtDaWYRD7_nUxizWoTb02GTskO-EXnulsfqkWnOC4tGDavABZ4PrmD6a72pO4kWfeG9-lhv1pDVoI7VfAX7EJ9-RgZ6Dul_i7Ks4h9B7EPRl1ZiIj4VhKQZ7lzhYadmLjQIHu_c0a7k7a0KWFanZRPE&__tn__=H-R



Share on Google Plus

About abu muhammad

Kami adalah kaum yang dimuliakan Allah dengan Islam, maka jika kami mencari kemuliaan dengan selainnya, maka Allah akan menghinakan kami [Umar bn Khattab].
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar :

Posting Komentar

Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir, maka berbicaralah yang baik atau diamlah” (HR Bukhari, Muslim)