Ibadah di Masa-masa Fitnah

Pertanyaan : bagaimana syarat hijrah di dalam syari'at Islam? 
Jawab : Hijrah ialah : keluar dari negri kufar ke negri Islam. sebagaimana Firman Allah ta'ala :
إِنَّ الَّذِينَ تَوَفَّاهُمُ الْمَلَائِكَةُ ظَالِمِي أَنفُسِهِمْ قَالُوا فِيمَ كُنتُمْ ۖ قَالُوا كُنَّا مُسْتَضْعَفِينَ فِي الْأَرْضِ ۚ قَالُوا أَلَمْ تَكُنْ أَرْضُ اللَّهِ وَاسِعَةً فَتُهَاجِرُوا فِيهَا ۚ فَأُولَٰئِكَ مَأْوَاهُمْ جَهَنَّمُ ۖ وَسَاءَتْ مَصِيرًا 
Sesungguhnya orang-orang yang diwafatkan malaikat dalam keadaan menganiaya diri sendiri, (kepada mereka) malaikat bertanya: "Dalam keadaan bagaimana kamu ini?". Mereka menjawab: "Adalah kami orang-orang yang tertindas di negeri (Mekah)". Para malaikat berkata: "Bukankah bumi Allah itu luas, sehingga kamu dapat berhijrah di bumi itu?". Orang-orang itu tempatnya neraka Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali.(aNnisaa-97) 

Berkata Ibnu Katsiir dalam menafsirkan ayat ini : 
ayat yang mulia ini bersifat umum kepada setiap orang yang tinggal diantara negri musyrikin dan dia mampu berhijrah dan dia tidak bisa menegakkan agamanya, maka dia termasuk orang-orang yang zholim terhadap dirinya..perbuatan tersebut haram berdasarkan kesepakatan ulama.. Adapun sabda Nabi shallallahu 'alaihi wasallam : (ibadah di masa-masa fitnah bagaikan hijrah kepadaku.. Dan hadis tersebut menunjukan keutamaan beribadah hanya kepada Allah semata dimasa fitnah dan peperangan, sesungguhnya hal tersebut keutamaannya bagaikan hijrah kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam yangmana kaum Muslimin berhijrah kepada beliau ke negri Madinah dari negri kufar Makkah sebelum penaklukkan. dan tidaklah hal tersebut menunjukkan diamnya dari hijrah bagi siapa yang mampu darinya (hijrah)jika hal tersebut terjadi di negri kufar, dan juga tidak mampu menegakkan agamanya ketika berada diantara mereka oranorang-orang kufar...
وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وأله وصحبه وسلم. 

(al-Lajnah ad-Daimah lil Buhuts al-Ilmiyah wal Ifta')
Share on Google Plus

About abu muhammad

Kami adalah kaum yang dimuliakan Allah dengan Islam, maka jika kami mencari kemuliaan dengan selainnya, maka Allah akan menghinakan kami [Umar bn Khattab].
    Blogger Comment
    Facebook Comment